Motivasi Dr Aidh AlQarni (2)

Ciut Hati Hadapi Cobaan? Jangan

Mendapat cobaan memang tidak enak alias pahit, bagaikan orang meminum Jamu yang rasanya pahit. Namun Rasa pahit tidak sebanding dengan efek dari meminum jamu yaitu nikmat sehat yang terjaga.

Contoh lain, Bagaikan Besi yang mendapat "cobaan"/dipanaskan/ditempa menjadi alat -alat yang berguna. Begitulah Manusia makin berat cobaan berarti makin menempa kedewasaan, dan keimanan.

 

Sebelumnya dari Buku Aidh AlQarni (1) Rahasia Orang Besar ialah NIAT

Jangan Biarkan Suksesmu Dihambat Si “Pencuri”

 
Padahal waktu untuk marah, benci, sedih berkepanjangan, dendam dan lain lain, bisa di pakai untuk mencari uang, mencari Ilmu dalam rangka mencapai kesuksesan dan Target karir yang kita inginkan, bahkan untuk Bersenang senang berlibur di akhir pekan.
 
 
Bila kita sudah mantap bersemangat memanfaatkan nikmat dari Allah & mau menerima taqdir maka selanjutnya Ialah kita harus mengusir si penghambat sukses sekaligus pencuri waktu.
 
Karena Kesuksesan sangat terkait langsung dengan masalah waktu. Nabi kita berhasil mengubah masyarakat Jahiliyah hanya dalam waktu 23 tahun.
 
Contoh: bila ingin menang perlombaan lari maka kita harus memiliki catatan waktu yang lebih cepat dengan jarak yang sama.
 
Bila ingin mengejar kesuksesan malaysia, berarti, dalam 24 jam kita harus bekerja lebih keras dan lebih banyak daripada malaysia.
 
Sering kita menyalahkan bangsa lain ketika bangsa lain lebih sukses, padahal kesalahan terbesar ialah karena kita sering membuang buang waktu, dan tanpa sadar waktu kita sudah tercuri oleh emosi dan nafsu kesenangan duniawi saja.
 
Pencuri waktu dan tenaga antara lain:
Kemarahan, Benci Berlebihan, Ketakutan, Kecemasan, Cemburu, Iri dan dengki, Ghibah alias Gossip, menonton atau sekedar Mendengarkan gosip..
 
Hal tersebut bisa menguras waktu dan tenaga. Akibatnya langkah pertama kita dalam memaksimalkan akal, menjadi terhambat, karena waktu kita sudah tercuri untuk melampiaskan kemarahan, kebencian, gosip dst, seperti disebut di atas.
 
Padahal waktu untuk marah, benci, sedih berkepanjangan, dendam dan lain lain, bisa di pakai untuk mencari uang, mencari Ilmu dalam rangka mencapai kesuksesan dan Target karir yang kita inginkan, bahkan untuk Bersenang senang berlibur di akhir pekan.
 
Mari kita hitung, berapa lama waktu kita membenci ke orang lain, berapa lama kita menangisi musibah, bila terlalu lama, berapa lama waktu yang terbuang, 
 
Seharusnya waktu tersebut bisa dipakai untuk ibadah, dan mencari uang/nafkah untuk ibadah.
 
Contoh: ketika kita marah, dendam, benci sehingga kita melamun atau memikirkan kebencian selama 2 jam saja sehari, bila di kali 30 hari menjadi 60 jam. Jadi waktu yang terbuang sebulan ialah 60jam, kalau satu jam kerja, tanpa melamunkan rasa benci, kita bisa dapat peluang uang Rp.100.000 maka kita sudah kehilangan peluang dapat uang Rp.6.000.000. Gara-gara menuruti perasaan marah dan benci tersebut, maka uang 6 Juta Rupiah melayang.
 
 
Jangan Biarkan Waktu dan Tenaga Sukses anda dicuri oleh
 
Kemarahan, Kebencian, Dendam,
Kesedihan Berkepanjangan dan Gosip