Jebakan Zona Nyaman
06 Februari 2010
ada pula lelaki yg melamar(khitbah) akhwat, namun selalu ditolakl. sebaliknya ada ikhwan yang melamar dengan gampang, lamaran diterima malah bingung:
http://ayahara.cybermq.com
di lain tempat
Si Wawan (nama samaran) memiliki banyak uang, ,bisa saja ia menyewa bahkan membeli toko/ruko, tetapi wawan lebih senang santai santai saja. kan begini juga sudah enak. tidak mau meningkatkan pelluang, tidak mau menolong kawan yg bernama si fulan
padahal si fulan sangat ingin berjualan di toko atau di tempat yang aman, tidak was-was akan adanya penertiban, karena berjjualan di pinggir jalan,
si fulan tidak punya banyak modal keuangan, merangkak dari bawah, modal se-iiprit, berusaha agar mampu menyewa lahan yg sering dikuasai preman2, hanya untuk dijadikan tempat mengelar dagangan.
ironis
begitulah manusia, banyak yang sering terjebak zona nyaman, merasa tidak perlu apa-apa , santai saja. padahal banyak kawan membutuhkan, sang kawan (fulan) iri pada wawan berkata dalam hati "kok punya potensi tapi malas memanfaatkan" padahal masih banyal orang miskin dan anak yatim yang kurang pendidikan,
...
Zona Nyaman bisa menjadi tanda ke-tidak bersyukuran- seseorang, karena melalaikan peluang
sementara si fulan berjibaku berjuang ingin mengubah nasib, mematuhi hukum mengubah nasib http://ayahara.cybermq.com
Bila nantinya fulan nanti sukses dan makmur , Si Fulan berharap dirinya bukan orang yang tidak bersyukur.
Tetap update tulisan dari Mr Anas Ayahara di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!













