Kabar Baik Bagi Yang Merasa Tidak Cantik

 Kabar baik buat Anda yang Merasa kurang cantik? Kurang tinggi? Begenk? Kegemukan? Kulit Gelap, Kurang Pintar, Kurang Hapalan, dsb… Ternyata Semua itu tidak boleh dijadikan alasan penghambat karir, justru sebaliknya sebagai pelicin/sogokan penunjang Karir.

 
Contohnya banyak pelawak yang “katanya” berwajah “jelek” “kurang ganteng” ternyata justru laris beruntung mendapat berkah lewat fisik yang unik. Ada yang
·        Mulut/Giginya monyong Maju,
·        Kulit Irenk  Hitam
·        Badan Gembrot Kegemukan
·        Badan Pendek Kecil atau Imut
·        Rambut Keriting seperti handuk
·        Bibir Dower Maju dsb
Mereka menjadi menonjol dalam penampilan dan bila ditunjang prestasi yang bermanfaat bagi orang banyak maka rezeki akan mengalir bagai air.
 
Contoh lainnya: Orang Indonesia yang berkulit gelap ternyata lebih beruntung karena kulitnya yang coklat membuat kecil resiko terkena kanker kulit walau terpapar banyak sinar matahari yang menyengat di daerah tropis.
 
Allah menciptakan Dunia ini dengan unik, Setiap keadaan adalah yang paling pas dengannya. Apakah Anda ingin jadi Artis Terkenal? Saya malah membayangkan nggak enaknya yaitu:
·        digosipin,
·        nggak ada privasi
·        didengki pesaing/lawan dan lain-lain.
Jadi Nggak semua orang ingin jadi artis, atau tokoh yang Terkenal.
 
Kalau kita tidak pandai dan tidak teliti menghitung angka, maka jangan memaksakan diri menjadi akuntan. Kita bisa memilih profesi lain yang pas dengan diri kita. Mungkin kita lebih cocok jadi penulis (pandai merangkai kata), atlet (bila fisik atletis dan senang bergerak), atau seniman lukis (pendiam, pemalu yang senang menggambar).
 
Yang penting, kita berdoa
Semoga Allah menjadikan kita bisa menjadi yang pas dan yang terbaik di bidangnya sehingga berprestasi sangat menonjol dan layak dibayar mahal /digaji tinggi.
 
Aamiin…
 
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya …..(QS 2 ayat 286)

 

Undangan Haji dan Umroh Bagi Yang Belum Mampu

Kepada Yang Kami Hormati:
Jamaah Masjid Al Furqan
Di Tempat
 
Sabda Nabi:
“Barang siapa sholat subuh dengan berjamaah, lalu ia duduk berdzikir hingga matahari terbit kemudian dia sholat dua rakaat, maka baginya pahala haji dan umrah, secara sempurna dan sempurna
 
Hal:
Undangan Dzikir, Ta’lim & Diskusi Ba’da Shubuh
Di Masjid Al-Furqan, untuk Jamaah Al-Furqan yang memiliki kesempatan hadir.
 
Dalam rangka persiapan menyambut ramadhan dengan gembira yang tinggal beberapa pekan lagi, Maka Media Al Furqan Mengadakan Diskusi Shubuh pada hari:
 
Ahad Ke
Tanggal
Pokok Bahasan
(Tema)
NaraSumber
1. 
28-Juni-2009
Pentingnya Majelis Ilmu (talim)
1.        *Ust Dadi Mulyadi S.Pd
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
2. 
05-Juli-2009
Ayat-ayat Dua Kalimat Syahadat
1.        * Ust Abduh
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
3. 
12-Juli-2009
Ayat-ayat Mengenal Allah SWT
1.        * …………………………………
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
4. 
19-Juli-2009
Ayat-ayat Mengenal Al-Quran
1.        *…………………………………
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
5. 
26-Juli-2009
Mengenal Nabi Muhammad SAW
1.        *…………………………………
2.        Ust Abu Azzam, S.Pd
6. 
02-Agus-2009
Amal amal Persiapan Ramadhan
Nabi Muhammad SAW
1.        *…………………………………
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
7. 
09-Agus-2009
Amal amal Persiapan Ramadhan II
 
1.        *…………………………………
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
8. 
16-Agus-2009
Amal amal Persiapan Ramadhan  III
1.        *…………………………………
2.        **Ust Abu Azzam, S.Pd
9. 
Masuk Bulan Ramadhan
Jadwal Baru Menyusul
 
 
10.  
 
11.  
 
12.  
 
 
*Konfirmasi
** Fixed/Tetap
 
 
Demikian Undangan Kami, semoga bermanfaat, Jamaah Al-Furqan yang memiliki kesempatan hadir kami ucapkan Syukran Katsira (Banyak Terima Kasih).
 
Hormat Kami
 
  
Redaksi Media Al-Furqan

Awas Berebutan

 

Sifat ikut-ikutan (senang berkerumun berebutan) ialah salah satu penyebab Kegagalan, rasa sedih dan tidak bahagia. Setiap orang punya keahlian masing masing. Dengan terus menekuni keahlian masing masing maka pikiran jadi positif dan tidak terombang-ambing.
 
Komitmen untuk menekuni keahlian/bakat diri dengan tidak berpindah-pindah bidang pekerjaan atau hobi maka Akan menghilangkan rasa iri, cemburu, dan rasa takut gagal.
 
Karena Bila Kita Tidak Suka Meniru Orang Lain,
  • Maka Kita Akan Memiliki Ketenangan Jiwa
  • Sehingga Memperbesar Peluang Sukses Di Banyak Bidang

 

Posted in Menikah. 0 Comment »

Isra Mi’raj, Masjid dan Pemuda

Oleh: Anas bin Abdul Mulk

Pada Bulan Rajab kita sering mendengar orang membahas ayat yang menyebut “Masjidil Haram dan Al Masjidil Aqsha”, maka Alangkah Indahnya bila Masjid di Indonesia dipenuhi juga oleh para Remaja, Mahasiswa & Generasi Muda yang semangat membangun Aqidah yang kuat, dengan penuh energi memakmurkan masjid, dengan Ibadah Shalat dan Kegiatan yang bermanfaat untuk dunia yang menjadi jembatan menuju kebahagiaan di akhirat dan sebagai bukti atau tanda keimanan seorang hamba.

Sabda Nabi:

“….Apabila Kamu sekalian melihat seseorang sering masuk masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar benar beriman(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Pada Bulan Rajab kita juga akan sering mendengar orang membahas ayat tentang Masjid yaitu:

 “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Surah Al Isra’:1

Penyebutan dua nama Masjid yaitu Masjid Al Haram dan Masjid Al Aqsha menunjukkan beberapa hal penting: 1. Allah SWT sangat mencintai Masjid. 2. bahwa semua bumi ini diciptakan oleh Allah untuk tempat bersujud. 3. bahwa siapapun yang mengaku beriman ia pasti mencintai Masjid, menghidupkannya dan memakmurkannya.

Yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At Taubah:18).

Sukses di Banyak Bidang, Mungkinkah?

 

 
Bersemangatlah,
 
Yang penting hobby kita, bukanlah hobby yang maksiat dan
Yang Penting Hobby kita bisa membahagiakan kita
 
Banyak Orang yang mudah patah semangat dalam memperoleh apa yang bermanfaat bagi mereka  seperti hobby kita tersebut karena melupakan Nikmat yang sudah ada pada manusia yaitu nikmat akal dan fisik.
 
Banyak orang Yang menganggap bahwa usaha yang dilakukan sudah maksimal. Padahal kemungkinan besar belum sampai setengah dari kemampuan maksimal.
 
Karena Banyak orang gagal, yang hanya baru mencoba 1-2 kali usaha, lalu sudah merasa maksimal dalam menggunakan akalnya. Kemudian malas dan kapok untuk mecoba lagi, kemudian bersembunyi dibalik kata ”tawakkal” saja deh..
 
Apabila Ada orang yang mampu menggunakan waktu dan kemampuan akalnya semaksimal dan sedini mungkin, maka diperkirakan orang tersebut bisa Hapal AlQuran, sekaligus menguasai banyak bahasa asing.
 
Bahkan ada seorang Ahli yang mengatakan bahwa kebanyakan orang di negara maju yang rata-rata bekerja keras hanya menggunakan tidak sampai 40 persen dari seluruh kemampuan yang sesungguhnya dimiliki, dan menurut hasil penelitian sebuah institut yang khusus menyelidiki otak manusia, terbukti bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang hebat sekali, menurut para ahli kebanyakan orang hanya menggunakan 5 persen saja dari kemampuan otaknya 
 
Diperkirakan bila ada manusia yang mampu mengggunakan 50 persen saja kemampuan otaknya, maka kepintaran orang itu bisa dilukiskan dengan gambaran: bisa menguasai 40 bahasa asing, hafal ensiklopedia yang tebal tebal, bisa mendapat 12 gelar kesarjanaan sekaligus,jadi ia bisa menjadi dokter, dokter gigi, sarjana hukum, sarjana teknik, dan seterusnya sekaligus (Navare, Psycho Cybernetics Untuk Sukses Bagian Kedua, Penerbit CGI)
 
Hal di atas sekadar melukiskan betapa hebatnya Allah SWT memberi nikmat kemampuan akal untuk manusia, Subhanalloh…
 
Tetapi hanya sedikit yang mau menggunakannya Secara maksimal, berarti hanya sedikit yang mau berterima kasih kepada Allah SWT . Bahkan Orang Muslim saat ini belum banyak yang mau memaksimalkan kemampuannya.
 
Untuk Pembangkit semangat, perlu kita mengulang-ulang mengingat kembali
 
Di zaman nabi, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai manusia paling Hebat dan teladan ummat manusia, sukses dibanyak bidang sekaligus Seperti: Bisnisman Sukses, mulai usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing,
 
Umur 12 tahun Sudah sukses berbisnis ekspor Impor ke negri Syam (Sekarang Negara: Suriah/Syria), pada usia 25 tahun Rasul sukses menikahi Khadijah dengan mas kawin 20 ekor unta muda (unta ialah sederajat dengan mobil, di zaman modern ini adakah seorang pemuda berumur 25 tahun yang sudah punya mobil 20 buah? Hasil keringat sendiri? ).
 
Nabi kita juga Sukses Sebagai Panglima, Sukses Sebagai Suami, Sukses Sebagai Ayah & kakek yang penyayang, Sukses sebagai Pemimpin Negara Yang Adil, dll. Sukses Berlipat Ganda. Subhanalloh…
 
Para sahabat nabi, Abu Hurairah, RA, paling banyak menghapal perkataan/ hadits nabi.
 
Tokoh, Ilmuwan muslim, Penemu Muslim yang namanya juga dikenal Seluruh dunia termasuk di dunia barat Seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusdi dll, hampir semuanya menguasai banyak Ilmu seperti: Kedokteran, merangkap ahli matematika, kimia, fisika… Subhanalloh…
 
Itulah Bukti sejarah bahwa bila kita benar benar memanfaaatkan waktu dan kemampuan akal secara maksimal. Tidak ada waktu kosong untuk hal hal sia sia kecuali untuk meningkatkan Ilmu, Iman dan Amal Sholeh yang bermanfaat
 
Bukti Sejarah di Indonesia ialah: Buya Hamka: Sukses Menguasai banyak Bahasa Asing hasil belajar sendiri tanpa kuliah bahasa asing, Sukses Banyak Menulis Buku Terkenal, Sukses Memimpin Majelis Ulama Indonesia, dll masih banyak tokoh yang sukses berganda.
 
 
 
Kita Juga Bisa…,
apalagi kalau mau sukses di satu bidang saja,
 
Orang Lain Bisa, Maka Kita juga bisa

 

Kecerdasan Keuangan (2)

Sambungan dari bag (1)

Cerdas keuangan harus bertujuan Keberkahan Keuangan (Finansial)


Kondisi ini merupakan tahapan paling tinggi dalam pengelolaan keuangan, karena
kita sudah bebas secara finansial dan karena setiap pengeluaran keuangan selalu
memberikan manfaat sebesar - besarnya bagi kehidupan dan akhirat. Dalam
keberkahan finansial ada dua hakikat yaitu :

1. Merdeka secara ruhani. Saya maksudkan sebagai kebebasan atau kemerdekaan
seseorang terhadap mental, emosional serta spiritualnya. Orang tidak lagi
terbelenggu oleh kekayaan, kekangan hawa nafsu dan kemelekatan dunia di
hatinya. Seseorang sudah bebas dan mampu menerima apa pun dengan lapang
dada. Orang seperti itu selalu mengatakan alhamdulillah dalam setiap detiknya.
Tidak peduli berapa pun harta yang diperoleh, dia selalu bersyukur. Ketika memiliki
harta berlimpah, digunakannya untuk amal, tidak takut kehabisan dan tidak takut
kehilangan. Orang seperti ini juga tidak tergantung pada orang lain dalam
mendapatkan rejekinya. Baginya rejeki sudah diatur oleh Allah. Kalau bekerja
sebagai pegawai tidak takut dipecat hanya karena mengatakan yang benar. Kalau
jadi pengusaha tidak takut bangkrut hanya karena berbuat jujur. Itulah orang -
orang yang memiliki kemerdekaan ruhani. Bebas berbuat apa saja sesuai dengan
norma, tak peduli apapun akibatnya terhadap rejeki, karir atau bahkan kehidupan
yang lain. Baginya hanya kepasrahan total kepada Allah, Tuhan Maha Besar, Maha
Kuasa. Pemenuhan kebebasan ruhani ini adalah pemenuhan kebutuhan dari leher ke
atas (kepala).
2. Merdeka secara phisik. Seseorang mampu memerdekakan diri dari kebutuhan –
kebutuhan dunia tanpa terikat dengan pekerjaan. Tidak hanya memerdekakan
ruhani, tapi jasmani pun bebas – merdeka. Makan cukup, sandang terpenuhi, papan
layak huni, olahraga teratur dan kebutuhan phisik lainnya. Sebab buat apa secara
ruhani bebas bila secara phisik masih kekurangan? Kemerdekaan phisik ini
berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dari leher ke bawah.

Dengan demikian, seseorang yang sudah meraih keberkahan finansial selalu ada
keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan dari leher keatas (kepala) yang
mencerminkan nafsu kemanusiaan dan kebutuhan dari leher sampai kaki yang
mencerminkan nafsu hewani.


disarikan dari sumber buku keberkahan finansial

Kecerdasan Keuangan (1)

 

Baginya rejeki sudah diatur oleh Allah. Kalau bekerja
sebagai pegawai tidak takut dipecat hanya karena mengatakan yang benar. Kalau
jadi pengusaha tidak takut bangkrut hanya karena berbuat jujur. Itulah orang -
orang yang memiliki kemerdekaan ruhani.
 
 

 
Kita perlu memahami bahwa Kecerdasan Keuangan bukan berapa banyak uang yang dihasilkan, tapi lebih mengenai berapa banyak uang yang disimpan, seberapa keras uang itu bekerja untuk kita dan berapa banyak generasi yang bisa kita hidupi dengan uang itu.

 
Dalam tahap ini, Kecerdasan Keuangan bisa meningkat dengan cara:
 
1. Menyadari bahwa untuk mendapatkan uang tidak harus menggadaikan
sebagian besar waktu sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang di dunia.
Berdasarkan riset berskala global menunjukkan sekitar 85 persen penduduk dunia
mencari uang dengan menukarkan waktunya. Orang - orang yang hidup dalam
kategori ini biasanya selalu dalam tekanan waktu, takut di PHK, sakit-sakitan dan
takut pensiun karena tidak ada pekerjaan atau penghasilan. Hanya 15 persen
penduduk dunia yang bekerja lebih cerdas, karena mereka tidak bekerja
mencari uang, tetapi bekerja untuk mencari sumber uangnya (dalam bahasa iklan
sebuah produk minuman energi, mencari biangnya!). Mereka mencari ‘biang’ uang
dengan cara membangun aset yang akan menghasilkan uang. Dari sini kemudian
timbul kesadaran bahwa bekerja itu sebenarnya bukan hanya rutinitas, tetapi
sebuah proses belajar, belajar dan belajar untuk menemukan cara - cara baru yang
lebih baik terutama cara berinvestasi. Dengan pemahaman ini, orang akan semakin
bijaksana dalam mengelola uangnya dan menilai pekerjaannya. Tidak takut lagi di
PHK atau tidak takut bangkrut karena sudah siap dengan ketrampilan dan
pengetahuan yang dimiliki.
 
2. Mengendalikan hawa nafsu, menunda kesenangan. Setiap rupiah yang dikeluarkan
akan diperhitungkan dengan kemanfaatan yang maksimal baik di dunia maupun di
akhirat. Menjadi kaya atau bebas secara finansial bukan berarti pelit, tetapi
bagaimana memahami bahwa semua itu ada aturannya. Menunda kesenangan
bukan berarti tidak boleh menikmati kesenangan hidup, tetapi harus mampu
membedakan kesenangan itu berdasarkan kemampuan finansial. Sebab ada
kesenangan yang mampu dibiayai atau bahkan tanpa biaya, ada juga kesenangan
yang membutuhkan biaya besar diluar kemampuan. Kita juga harus mampu
membedakan apakah kesenangan itu diperlukan atau tidak. Sebagai contoh,
kehidupan malam dengan nongkrong di kafe setiap hari tentu bukan lagi
kebutuhan. Karena refreshing tidak ‘wajib’ setiap hari. Anda mungkin membutuhkan
kegiatan tersebut 2 minggu atau 1 bulan sekali bahkan tanpa sama sekali. Contoh
lain, misalkan Anda memiliki rumah bagus dan bersih, sementara Anda memaksa
menggantikan warna atau mengganti pagarnya dengan yang lebih bagus lagi.
Padahal sebenarnya kegiatan itu masih bisa ditunda.
3.
Hidup dibawah kemampuan finansial. Artinya, seseorang harus mampu hidup dan
memenuhi kebutuhan hidupnya dibawah penghasilan yang diterima, berapa pun.
Tidak boleh lebih! Tidak lebih besar pasak dari pada tiang. Tidak ada aturan pasti
berapa seseorang harus menggunakan penghasilannya, tapi sebagian besar ahli atau
perencana keuangan menganjurkan maksimal 70 persen dari total penghasilan.
Sisanya 30 persen untuk ditabung atau diinvestasikan untuk membangun aset
produktif. Hidup dibawah kemampuan adalah salah satu faktor keberhasilan untuk
menjadi milioner.
 
4.
Membayar diri sendiri lebih dulu. Kebanyakan orang membayar dirinya belakangan.
Buktinya, ketika menerima gaji, mereka dengan cekatan membayar tagihan telepon,
listrik, kartu kredit, dan kebutuhan nafsu lainnya (kebutuhan perut kebawah!). Baru
setelah itu, kalau ada sisa ditabung. Tapi…. kenyataannya, tidak ada sisa untuk
ditabung! Kondisi ini harus diubah dengan menabung lebih dulu (membayar diri
sendiri) dan sisanya untuk digunakan keperluan rutin.
5.
Mampu membedakan barang konsumtif dan aset produktif. Perbedaan yang paling
signifikan antara kedua barang ini adalah barang konsumtif setiap tahunnya
mengalami penurunan nilai dan biasanya membutuhkan biaya perawatan besar
seperti mobil mewah, handphone, rumah mewah. Sedangkan barang produktif
nilainya naik setiap tahun dan bisa menghasilkan seperti properti.
6.
 

Mengetahui rahasia uang. Klik Belajar Rahasia Duit
 

Disarikan dari buku: keberkahan finansial


 

Belajar Rahasia Duit

di dunia ini (hampir) tidak ada yang bebas dari uang. Semuanya UUD, ujung-ujungnya duit!. Jadi apa pun profesi seseorang, belajar dan mengetahui rahasia uang hukumnya “wajib”. Apalagi sistem pendidikan di negeri ini belum memberikan pendidikan finansial secara memadai.
 
Karena urusan dunia ini begitu luas dan selalu berkembang maka Islam tidak
mengatur detail dengan aturan yang kaku. Nabi menyerahkan urusan dunia ini kepada
umatnya dengan bersabda, “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu”. Jadi urusan
bagaimana meraihnya dunia, bagaimana merekayasa untuk kesejahteraan adalah urusan
manusia, selama tidak melanggar ketentuan AlQuran dan Hadits.
 
Itulah pentingnya belajar, terutama belajar tentang keuangan karena di dunia ini (hampir) tidak ada yang bebas dari uang. Semuanya UUD, ujung-ujungnya duit!. Jadi apa pun profesi  seseorang, belajar dan mengetahui rahasia uang hukumnya “wajib”. Apalagi sistem pendidikan di negeri ini belum memberikan pendidikan finansial secara memadai.
Bahkan saya berani mengatakan sebagian besar sarjana, master sampai doktor belum
tentu memiliki Kecerdasan Keuangan sebanding dengan pendidikannya. Tidak ada jaminan pula kalau mereka memiliki pemahaman finansial yang lebih baik dibanding orang yang hanya lulusan SD, SMP atau SMA.
 
Karena pendidikan formal tidak mengajarkan ‘melek’ finansial, maka timbullah
banyak pandangan keliru tentang keuangan, diantaranya adalah :
 
1. Semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi penghasilan. Apa memang begitu
adanya? Apakah orang berpendidikan tinggi (minimal sarjana), selalu memperoleh
pekerjaan layak dan gaji tinggi sehingga hidupnya sejahtera?. Tentu tidak demikian
adanya. Pendidikan tidak identik dengan pekerjaan layak karena toh nyatanya
banyak pengangguran intelektual. Banyak sarjana yang penghasilannya jauh lebih
kecil dari lulusan SD - yang mampu belajar dari ‘sekolah kehidupan’ ini – dan sukses
menjadi pengusaha. Akibat persepsi yang keliru, maka niat sekolah bagi sebagian
besar orang hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Sekolah dan ijasah dianggap
sebagai barang investasi dan jaminan mendapatkan pekerjaan sehingga orang yang
tidak berpendidikan tinggi berarti tidak memiliki investasi dan masa depannya
suram. Semuanya jadi kebalik-balik!. (Baca pula buku Kaya Tanpa Bekerja /
Republika, 2004, sub bab : Sekolah, Buah Simalakama?)
 
2.
Penghasilan tinggi, kehidupan aman= Pandangan seperti ini perlu diluruskan. Sudah
banyak kisah orang berpenghasilan tinggi, tetapi kehidupannya berakhir tragis
karena salah mengelola uang. Salah satunya Mike Tyson yang sudah saya sebutkan
diawal. Seseorang akan aman atau tidak finansialnya tidak hanya tergantung tinggi
rendahnya penghasilan. Keputusan yang sangat menentukan adalah untuk apa
penghasilan itu dibelanjakan. Apakah konsumtif saja atau untuk membeli aset yang
menambah nilai dan memberikan passive income?. Bila sebagian besar penghasilan
yang diterima untuk membeli kebutuhan konsumtif, hasil akhirnya adalah ‘investasi’
di toilet. Sebaliknya bila untuk ditabung, investasi dan membeli barang produktif
maka hasil akhirnya adalah kesejahteraan.
3.
Uang adalah segalanya karena bisa menjamin keamanan hidup. Kenyataannya
banyak orang memiliki uang banyak tetapi justru takut kehilangan uangnya. Merasa kekurangan terus, sehingga harus menumpuk-numpuk uang. Setelah uang
terkumpul, tetap saja tidak membuat hidupnya aman. Yang terjadi sekarang takut
miskin kembali!. Ini menunjukkan bahwa uang bukanlah garansi. Kemampuan
mendapatkan uang, jauh lebih berharga daripada uang banyak tetapi tidak
diimbangi keahlian mengelola dan mendapatkan uang. Buktinya, banyak anak orang
kaya jatuh miskin kembali setelah ditinggalkan orang tuanya, meski dengan harta
berlimpah.
4.
Kekayaan identik dengan kemewahan. Sebenarnya kemewahan adalah satu hal dan
kekayaan adalah hal lain. Dalam buku The Millionaire Next Door tulisan Thomas J
Stanley dan William D. Danko disebutkan bahwa sebagian besar milyuner di Amerika
hidupnya penuh dengan kesederhanaan bahkan tidak mencerminkan sebagai
seorang milyuner.
Dalam hidup ini, kalau seandainya kita diberikan umur sampai dengan 65 tahun, maka
kita dapat membaginya menjadi 3 (tiga) fase yaitu :
 
Umur 0 – 25 tahun      : Masa Belajar secara formal (sekolah)
Umur 26 – 40 tahun    : Masa Produktif (bekerja)
Umur 41 – 65 tahun    : Masa menikmati
 
Kalau seseorang ingin menikmati hidup lebih baik dengan waktu lebih, harus
benar - benar memperhatikan fase kehidupan tersebut. Tentu kita tidak mau mengalami
seperti kebanyakan orang yang menikmati kehidupan hanya pada saat - saat mendekati
ajal (usia lanjut). Jangan pernah lagi memiliki persepsi yang keliru bahwa menikmati
hidup adalah setelah pensiun. Memang kebanyakan orang menetapkan tujuan – tujuan
keuangannya untuk dinikmati saat pensiun, umur 55 tahun. Kesalahan inilah yang
kemudian menyebabkan seseorang untuk tidak banyak berpikir dan hanya bekerja
santai. Paradigma itu harus diubah. Kalau bisa pensiun muda, mengapa harus pensiun
tua? Lebih cepat pensiun (tidak terikat pekerjaan) tentu lebih baik.
 
Langkah pertama agar kita mampu meraih hal itu adalah belajar tentang
Kecerdasan Keuangan. Semakin awal belajar tentang finansial, Insya Allah semakin besar
kesempatan meraih keberkahan finansial. Dalam bab - bab selanjutnya kita akan
 
 
 

 
berdiskusi tentang rahasia uang, bagaimana merencanakan keuangan dan bagaimana
memanfaatkan uang untuk keperluan kita dan bukan kita yang ‘dimanfaatkan’ oleh uang
atau dikekang oleh uang.
 
Disarikan dari Sumber: buku keberkahan finansial

Blog Penghasilan Dunia dan Akhirat

 

Banyak orang berkerumun berusaha wirausaha, bebas finansial dan investasi, , mengapa tidak sekaligus lebih serius memikirkan kehidupan investasi akhirat?
 
Manusia pasti wafat
Manusia menemui akhirat.
umur manusia sangat singkat,
Manusia harus Invest dunia akhirat
yaitu :
  • Sedekah, Infaq dan/atau Wakaf
  • Ilmu yang bermanfaat
  • Anak yang shaleh
Sedekah menyumbang apa saja yang ada pada diri kita, bahkan membuang gangguan di jalan juga sedekah. Wakaf adalah sesuatu yang bisa ditarik manfaatnya terus-menerus, misalnya tanah yang untuk bangunan masjid. Sekolah dan sebagainya. Ilmu yang bermanfaat ialah apapun yang kita ajarkan dan bernafaat untuk ummat. Menyebarkan Ilmu bermanfaat lewat tulisan, Blog. DVD, ebook dsb.
Anak yang shaleh adalah yang paling dahsyat yang terus berkembang, anak yang shaleh berpotensi berkembang tak terbatas, baik dari keturunan berikutnya, maupun jumlah dan jenis amalnya. Sabda nabi ”aku akan bangga dengan jumlah ummatku yang banyak (ummat yang shalih/hah) seperti di bawah ini
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak (subur). Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak. (HR. Abu Dawud)

 

Kisah Orang Tua Durhaka

 

Tidak selamanya banyak disebut anak durhaka, ternyata ada banyak juga Orang tua durhaka, bahkan bisa jadi banyak juga namun sangat jarang menjadi pehatian kita. Seperti orang tua memperkosa anak (incest), membunuh karakter dan/atau fisik, bertindak tidak adil dan lain-lain. Salah satunya kisah nyata berikut ini.

 

Ibu Nancy (nama samaran) mungkin bisa disebut ibu yang tidak adil dan bahasa kasarnya ialah durhaka pada anak. Ibu Nancy mempunyai anak sulung yang bernama Joni (nama samaran), hidup Di sebuah kota besar dan kota pendidikan yang padat penduduknya ternyata masih ada orang tua yang durhaka  pada anak-anak nya.

 

Joni kuliah hanya sampai D3 karena harus mengalah pada adiknya Franky (juga nama samaran) yang berpenampilan lebih tampan, kulit putih, lebih tinggi dan gagah yang memberi peluang kuliah sampai S1. sedangkan Joni hanya dikuliahkan sampai D3.

 

Walau bagaimanapun keadaan anak-anaknya demikian, tidak seharusnya ibu Nancy bertindak tidak adil dalam bidang pendidikan, harta dan sikap. Hanya karena faktor fisik yang sudah ditaqdirkan Allah SWT. Padahal “Allah SWT tidak memandang rupamu (fisik) tetapi menilai Taqwa mu” dan orangtua harus berbuat adil

 

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Ada lagi ketidak adilan Di bidang harta pada Ibu Nancy secara sembunyi sembunyi membelikan sepeda motor kepada Franky yang masih kuliah, malah dibantu biaya menikah, melangkahi abangnya Joni yang belum menikah,

 

Sebaliknya Ibu Nancy menolak permintaan uang muka Sepeda Motor yang sangat dibutuhkankan Joni dalam pekerjaannya sebagai marketing, yang baru diterima bekerja tidak tetap.

 

Untungnya Joni bersikap sabar menghadapi kenyataan memiliki ibu yang tidak adil dalam membagi harta dan kasih sayang.  Walaupun  Joni terlihat stress. Kerjaan Belum Tetap, ditambah stress melihat ibunya membantu Adiknya yang juga belum kerja tetap membelikan adiknya motor dan bahkan membantu biaya adiknya menikah secara sembunyi-sembunyi dan tanpa izin Joni.

 

Hal tersebut jelas, sebagai contoh orangtua  yang tidak adil dan seenaknya saja menyakiti perasaan anak-anaknya sendiri dengan sikap & tindakan  yang tidak adil.

 

Padahal Pekerjaan Ibu Nancy ialah seorang mubalighah/penceramah. Suatu tindakan yang ironis. Padahal bila Ibu Nancy bertindak adil kepada anak-anak maka tindakan adil itu sudah lebih dahsyat daripada sekedar menjadi penceramah tetapi bertindak Ironis di kehidupan nyata keluarganya sendiri.

 

Dan biasanya orangtua akan mengharap balasan berupa uang atau harta dari anak-anaknya di saat hari tuanya. Namun apa yang bisa diharapkan dari anak-anak yang stress akibat kecewa pada perlakuan tidak adil orang tua Durhaka…

 

Ambil hikmah kisah di atas dan mengamalkan sabda nabi SAW:

 

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Menangis dan Kesal Si Dia Menikah

Hanya selembar Kartu Undangan yang ku terima.. Sebentar lagi Dia Menikah, Seandainya dulu aku ********….  Pasti aku  yang bersanding menikahinya

Coba dulu aku nekat ******* sekarang aku sedang berbahagia dengan dia”

Begitu Kira kira isi hati seorang lelaki yang sambil merobek-robek undangan, membanting HP, mukul-mukul bantal, kasur, tembok bahkan pintu besi. seorang lelaki yang kehilangan peluang menikahi wanita impiannya.

Begitupula wanita yang kehilangan peluang mendapatkan calon suami idamannya.

 

Kalimat-kalimat Penyesalan seperti di atas adalah kalimat yang tiada gunanya dan  Allah melarangnya. Mau Menangis, Marah, Banting HP, Mukul Tembok dan Nendang Pintu Kayu Bahkan Pintu Besipun tiada Gunanya.

 

Tindakan Penyesalan dan Berkata “Seandainya Dulu” hanya akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti:

  • Jari Tangan Sakit akibat Nonjok Tembok
  • Jari Kaki Nyeri Akibat Menendang Pintu Besi
  • Hati Merana dan Merasa Hampir Putus Asa
  • Perut Mual Mules Perih Kembung
  • Kepala Pusing Cenat Cenut…

 

Dan berbagai penyakit-penyakit lainnya yang kadang tidak bisa diperiksa oleh Dokter, Dokter Bilang “Kamu Sehat Sehat Saja. tadi sudah saya periksa, Hasil Periksa darah juga nggak apa-apa”

 

Nah loh, itu sih penyakit psikosomatis: faktanya otot tidak sakit, tapi sang Jiwa yang merasa dan “mengatakan” ototnya sakit. Sakit yang dipicu rasa kesal.

 

Kesal dan Menyesal Buat apa

Menangis Tiada Guna

Hapuslah Air Mata

Carilah Obatnya

 

 

Obatnya Cuma satu yaitu Berserah Diri Pada Allah dengan menghindari perkataan “Seandainya Dulu”

 

…….apa bila engkau tertimpa sesuatu (kemalangan) , maka janganlah engkau berkata Seandainya aku berbuat (begini), maka tentu akan begini atau begitu, tetapi katakan lah Allah telah mentakdirkan (begitu) dan apa yang Ia kehendaki Ia perbuat, karena perkataan “Seandainya” membuka pintu setan (HR Muslim dari Abu Hurairah)

***

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

 

 

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu,

dan berserah dirilah kepada-Nya

sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

(QS Az-Zumar 53-54)



Allah SWT berfirman, "Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf: 87).

Posted in Menikah. 0 Comment »

Bahaya Berkata “Seandainya”

 

“Andai a a a a aku jadi orang kaya”

Andai a a a a  nggak usah pakai kerja

(Kata Lagu Opi. A)

 

“Andai a a a a aku dulu nikah sama dia

Andai a a a a pasti sudah kaya” (Kata Angan-angan dari Syaithan)

 

Sahabat CyberMQ yang Allah Sayangi

 

Penyesalan dengan kata “andai” atau “seandainya”, contohnya:

  • seandainya DULU saya menerima lamaran dia, pasti saya kaya
  • seandainya DULU saya melamar dia, pasti sekarang saya bahagia
  • seandainya DULU saya kuliah di Jakarta, pasti bisa ketemu si Dia
  • seandainya DULU saya diterima kerja, pasti bisa melamar Si Tia

 

Bisa membuat banyak manusia stress, depresi bahkan Gila, dan putus asa. Bila sudah putus asa maka para syetan akan tertawa tawa

 

Karena kata “seandainya” pada hal seperti itu membuka peluang datangnya bisikan syetan untuk merusak Iman.

 

…….apa bila engkau tertimpa sesuatu (kemalangan) , maka janganlah engkau berkata “Seandainya aku berbuat (begini), maka tentu akan begini atau begitu, tetapi katakan lah Allah telah mentakdirkan (begitu)

 

dan apa yang Ia kehendaki Ia perbuat, karena perkataan “Seandainya” membuka pintu setan  (Nabi Muhammad SAW *HR Muslim dari Abu Hurairah)

 

Sahabat CyberMQ yang Allah Sayangi

 

Bila kita mendapat kemalangan dan merasa ada penyesalan maka carilah jalan keluarnya

Jalan Keluar Bila Mendapat Penyesalan:

 

Berdoalah dengan

  • membaca Alhamdulillah,
  • membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW,
  • menyebut asmaul husna,
  • sungguh sungguh (jihad) memohon ampun sambil mengingat dosa-dosa,
  • dan mengingat-ingat nikmatnya yang banyak sehingga Allah SWT menjadikan kita sebagai makhluk yang layak ditolong Allah SWT.

 

dan keyakinan bahwa Allah SWT Sudah mengatur taqdir kita sebelum kita lahir seperti Taqdir sesuatu yang sudah terjadi

 

Taqdir Yang tak Bisa di Ubah

 

seperti: kita tidak bisa memilih

  • siapa ibu bapak kita,
  • jenis kelamin, kapan dan dimana dilahirkan.

 

Taqdir Yang Bisa Diubah Dengan Doa

 

Taqdir yang belum terjadi seperti

  • kapan dan dimana kita mati
  • Dimana kita bekerja
  • Dengan Siapa Kita Menikah dll, 

 

ialah  hal yang ghaib yang hanya diketahui Allah SWT dan sesuai rencana Allah SWT.

 

Walaupun hati kita tidak menerima, taqdir tersebut tetap terjadi, lebih baik kita terima, sambil kita memperbaiki diri, agar Taqdir yang belum terjadi ialah taqdir yang baik dengan cara:

 

1.     Kita bisa memilih berteman akrab dengan orang soleh atau tidak,

 

2.     Kita bisa memilih mau menuntut Ilmu Islam atau tidak?. Bila pilihan kita baik, Insya Allah taqdir kita akan baik.

 

Sudah menjadi Taqdir Hukum Allah SWT, Apabila Kita berteman akrab dengan penjual minyak wangi kita akan ketularan wanginya, Apabila kita  berteman akrab dengan Orang sukses maka kita akan ketularan Sukses.

 

Agar kita makin yakin marilah kita Baca dengan lengkap sabda nabi:

 

“Bersemangatlah memperoleh apa yang bermanfaat bagimu,  dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali kali merasa tak berdaya,

 

dan apa bila engkau tertimpa sesuatu (kemalangan) , maka janganlah engkau berkata “Seandainya aku berbuat (begini), maka tentu akan begini atau begitu, tetapi katakan lah Allah telah mentakdirkan (begitu)

 

dan apa yang Ia kehendaki Ia perbuat, karena perkataan “Seandainya” membuka pintu setan 

(HR Muslim dari Abu Hurairah)

 

Baca berulang ulang sabda nabi di atas,

 

banyak orang yang menyesal berkepanjangan karena lupa hadits tsb. Contoh: Penyesalan ketika terjadi musibah berkata “ Seandainya dahulu saya tidak pergi kesana…. “ atau  “Coba saya  dahulu ikuti nasehat dia…” dll, padahal masa lalu tidak bisa diulang,  akibatnya syetan bisa masuk membisikkan rasa putus asa dan mungkin orang yang sudah bunuh diri karena sebelumnya terus menerus berpikir dan berkata “seandainya dahulu saya…” sehingga terjadi penyesalan yang berkepanjangan. Akhirnya is Dead (mati bunuh diri)…

   

Bunuh Diri adalah Putus Asa, Dosa Besar (Kafir) dan tidak bisa lagi bertobat.
Naudzubillah

 

 
Bila mau bahagia dan Sukses

Biasakan berkata di dalam hati

 

Aku Orang Sukses Yang Pantang Putus asa apalagi Berkata:

 
“Seandainya Dahulu Saya Begitu

MakaTentu Akan Begini ….”

Menghalangi Jodoh Anak

 

Ibu-ibu Bapak Bapak…yang punya anak…. Tolong aku.. yang sedang malu… Nggak Laku-laku…”

(Kira-kira Lagu “Cari Jodoh” Oleh Wali)

“itu lagu kok nyindir-nyindir Gue sih” Kata Si Erik,

“ah elunya aja yang sensitip” Kata Bang Joni

“Gue pengen kawin, tapi cewek cewek pada belum mau ama gue, mereka bilang nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula mau mengembangkan Karir Dulu, atau calon mertua yang nggak suka sama Ibu Gua.” Kata Erik sambil Garuk-garuk

Ibu-ibu bapak bapak… kasihan anakmu yang jadi malu

dikepung sama tontonan HARAM disaksikan karena mendekati Zina yang ada dimana mana, 

 "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa : 32).

ini Kisah Kasih Tak Sampai Karena Halangan Ortu dan Mertua


Di sebuah kota besar yang terdapat banyak stasiun TV swasta  yang isi siarannya merangsang/membuat anak menjadi dewasa lebih cepat. Dan tayang

 

Ada seorang anak laki-laki bernama Indro (nama samaran) yang ingin segera menikah karena menghindari zina dan  dorongan seksual yang sangat tinggi akibat sudah ketemu jodoh/sdh ada pacar/calon istri. Masalahnya Indro sangat minder bila mendekati lawan jenis, sehingga sulit mendapatkan Jodoh. Sampai akhirnya Allah SWT mempertemukan Indro dengan calon Istri yang cantik kulitnya putih, suaranya merdu, senyumnya manis, Cerdas, dan Soleha. Sayang seribu sayang Indro mendapat Masalah dari orang tuanya yang sangat dipatuhinya.

 

Orangtuanya seenaknya saja menghalangi pernikahan bukan karena alasan agama. Tetapi hanya karena alasan kebencian kepada calon besannya. Bukan karena si calon kurang soleha. Tapi Hanya karena ketidaksukaan calon besan.

 

Kalau memang tidak setuju dan menghalangi pernikahan, seharusnya orang tua memberi jalan keluar yang bijaksana, dengan mencarikan solusi wanita pengganti yang mirip bahkan yang lebih baik kadar kesolehannya atau kecantikannya. Bukannya hanya sekedar memisahkan dan menghalangi pernikahan, tanpa memberikan sollusi atau jalan keluarnya,

 

Si anak didiamkan sendiri dengan masalah yang diluar pengalaman menghadapi masalah pernikahan yang belum pernah dialaminya. Si anak juga tidak lagi punya guru ngaji yang bisa diajak konsultasi, sang ayah sudah sakit payah sehingga tidak bisa diajak konsultasi.

 

Masih untung anaknya bisa bersabar, tidak sampai berzina. Kalau sampai berzina, orangtua semacam itu pastilah ikut terkena dosanya, karena ikut mendukung menjadi penyebab perzinaan.

 

Kalau anak-anak menjadi stress, maka yang ikut menderita juga orang tua, sang anak tidak bisa konsentrasi bekerja, tidak ada ghirah, linglung berganti-ganti pekerjaan, Akibatnya rejeki anak dalam bentuk  uang menjadi lebih sedikit dan kurang berkah.

 

Padahal para orang tua banyak yang berharap agar anaknya memberi uang di hari tua dan juga ingin perhatian di masa depan. 

 

Bagaimana mungkin anak yang stress bisa menghasilkan uang lebih banyak untuk orang tuanya. Memperhatikan dirinya sendiri saja jadi berkurang, apalagi memperhatikan orangtuanya dalam masalah uang?

 

Maka dari itu agar kita bisa menjadi orang tua yang adil, kita harus terus belajar Islam lewat majlis taklim. Dan jangan lagi menggunakan ilmu dari tradisi dan adat lama,  yang tidak sejalan dengan jalan Islam.

 

“Ibu-ibu bapak bapak… kasihan anakmu yang jadi malu

dikepung sama tontonan HARAM disaksikan karena mendekati Zina yang ada dimana mana, 

 "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa : 32).

Ibu-ibu bapak bapak…  jangan takut miskin bila anaknya kawin

 "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).

 

Ibu-ibu bapak bapak… dengan menikah mata kemaluan anakmu akan lebih terjaga. Tidak akan jelalatan dan nyosor kemana mana

“hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Masud).


Ibu-ibu bapak bapak…  ibadah anakmu menjadi lebih baik pahalanya

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

Ibu-ibu bapak bapak… anakmu nggak mau menjadi jenazah yang hina

Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).

·         Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).

Ibu-ibu bapak bapak…anakmu nggak butuh memamerkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST di kartu undangan

Ibu-ibu bapak bapak…  anakmu nggak mau Pesta pernikahan yang terlalu mewah ,  anakmy tak butuh narsis (sanjungan, tidak enak kata orang)... bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat

 

Ibu-ibu bapak bapak…

 

pernikahan nggak akan merepotkan Studi bin kuliah, justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

 

Ibu-ibu bapak bapak…  :)

Terjebak Cinta Dunia Yang Hina

 

“Terlalu Cinta Dunia

Betapa Hinanya,

Bila Pria Kepergok Berduaan Dengan Wanita

Bukan Istrinya Bukan Pula Mahramnya.,

Berlebihan Cinta Dunia,

Membuat Manusia Menjadi Hina,

 

Ada Wanita Berlebihan Mencintai Harta,

Menikah Sekalian Menambah Harta

Juga Menjadi hina, Mendapati Suaminya Hoby Mendekati Zina”

 

Betapa hina,

 

Manusia Tertangkap Basah Korupsi Menumpuk Harta,

Punya Rumah dimana-mana,

Rumahnya Kosong Tidak ada penghuninya,

Kecuali Jin dan Makhluk Halus Saja..

Betapa Mubazirnya..

 

Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, mengkhawatirkan umatnya: kalau-kalau umatnya banyak yang jatuh ke dalam pelukan dunia, dan bersaing memperebutkan dunia (Harta, Tahta dan Wanita).

Dunia bisa menjadikan manusia terhina. Dunia bisa menjadikan manusia bagai sebagai seekor hewan, dan bahkan lebih hina.

 “Akan tetapi aku khawatir kalian akan besaing memperebutkan dunia. Kalian akan berbunuhan dan akhirnya kalian binasa seperti orang-orang sebelulm kalian”, ujar Baginda Rasulullah Shalllahu alaihi wassalam. Uqbah bin Umair meriwayatkan ketika, belaiu melihat terakhir Rasulullah, dan berkata : “Aku adalah pendahulu kalian. Aku saksi kalian. Demi Allah, aku sekarang melihat telagaku. Aku diberi kunci gudang-gudang bumi atau kunci-kunci bumi. Dan demi Allah, aku tidak khawatir kalian akan syirik setelah aku mati, tetapi aku khawatir kalian akan bersaing memperebutkan dunia”.

Rasulullah ingin memperingatkan kita untuk tidak besaing dalam mencintai dunia, yang menjadikan kita lalai untuk mengingat Allah Ta’ala.

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang bebuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yg merugi”. (al-Munafiqun : 9).

Selanjutnya, Abu Hurairah menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, bersabda : “ Ketahuilah, dunia itu terlaknat dan terlaknat pula seluruh yang ada di dunia, kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang mengikutinya, serta seorang ulama atau pelajar”. (HR.Tirmidzi)

Peringatan Buat Yang Terlalu Cinta Dunia

Betapun ngototnya tergila-gila pada Dunia Maka Dunia akan meninggalkannya. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar balasan, cintailah siapa saja (atau duniamu) yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya:

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, "Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati.

Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya.

Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain." (HR. Ath-Thabrani)

 

Sesungguhnya perumpaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karna air itu tanam-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak.

Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datangnya kepada azab Kami di waktu malam atau siang,

 lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir”. (Surah Yunus : 24).

 

 

Salaman Berhadiah Mobile Qur’an

 

Oleh: Anas bin Abdul Mulk

 “Berkat Tindakan Menebarkan Salam dan Berjabat Tangan dengan sesama Muslim yang belum kukenal, ternyata bisa membuatku menemukan cita-cita yang selama ini sulit kucari”

…. ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak (kenal).” (HR Bukhary)

Bermula dari rasa kangen dengan Pengajian Dhuha setiap Ahad di Masjid Al Azhar di tahun 1980-an, kini di tahun 2000-an aku mengajak anak putriku berwisata bernilai dakwah pada anak, persis seperti ayahku membawa aku mengikuti pengajian sekaligus Jalan-jalan.

 

Kenangan yang indah bernilai dakwah, berkat ajakan sang ayah mendengarkan ceramah para Ulama terkemuka di Indonesia. Saat itu Sepulang pengajian ayahku biasanya mengajakku (saat itu saya masih SD Kelas 1) pergi sebuah Restoran Padang “S*p***t” yang saat itu sangat terkenal enak di daerah Blok M  atau restoran Nasi Kapau di Pasar Senen.

 

Terkenang juga lucunya naik bis tingkat PPD No.14 buatan eropa bermerk Vo*v* atau Le*l*nd, duduk di depan, di lantai atas yang tidak ada supirnya, lalu aku duduk berlagak menjadi Supir Bis Tingkat.

 

Kembali ke Masa Kini… di pengajian dhuha, di dalam Masjid Agung Al Azhar Putriku dan istriku memilih duduk di bagian belakang di atas karpet baru berwarna coklat muda yang tebal dan empuk.

 

Aku duduk di depan, di sebelah kanan dekat jendela, ada dua orang pemuda (usia mahasiswa) yang tidak kukenal. ku tebarkan salam dengan ucapan "Assalamualaikum" ku salami (jabat tangan erat) pada mereka berdua yang tampak tidak saling kenal.

 

Setelah bersalaman, Satu-persatu ku ajak mereka bicara basa basi. Yang satu agak pemalu dan yang satu lagi sangat ramah dan senang menyambut basa basi saya.

 

"Sudah lama mulainya Mas?" ku lempar pertanyaan basabasi

 

"Baru Mulai" Jawabnya

 

“Mas tinggal dimana tinggal dimana?" Kata saya

 

"kebayoran lama" Dia Menjawab

 

"Mas dimana?"  dia balik bertanya

 

"saya di Depok" Jawabku

 

"wah Jauh juga.. tapi sering ngaji dhuha di sini..?" Dia bertanya Kembali

 

"ah nggak sering… cuma ngajak jalan-jalan anak saya sekalian mendidik anak agar senang ngaji, dulu ayah saya ngajak saya sering ke sini, Ngomong-ngmong namanya siapa Mas?" Kata saya

 

 

"Nama saya Fajar, eh mas.. sudah punya Mobile Quran kayak gini ada terjemahan Bahasa Indonesianya?" Fajar menunjukan HPnya yang berfasilitas Java/GPRS menampilkan Huruf Arab dan terjemahan teks Latin.

 

"Wah bagus banget, sudah lama saya cari-cari di internet, tapi belum dapat, saya cuma dapat edisi Bahasa Inggris tanpa terjemahan Bahasa Indonesia, boleh saya Copy file-nya?" Kata Saya

 

"Wah Nggak Bisa" kata Fajar

 

"Emang kenapa?" Jawab saya agak kecewa

 

"karena harus Download langsung dari operator pakai kartu A*i* Salam"

 

"wah saya pakai S*m*a*i"

 

"nggak apa-apa, setelah Download terserah antum mau terus pakai kartu itu atau kembali ke kartu antum yang lama. Beli aja kartunya, konter promonya ada di bawah di Parkiran, mereka lagi promo harganya cuma 6ribu berhadiah pulpen atau notebook (buku)"

 

"wah makasih banget,... Sudah lama saya ingin HP saya dan Istri ada AlQuran terjemahannya" langsung aku beranjak ke bawah masjid.

 

***

Subhanallah... Begitulah dahsyatnya manfaat menebarkan Salam...

 

Berbulan-bulan saya search di google mencari program file.jar untuk AlQuran terjemahan untuk HP, ternyata mendapatkan jalannya dengan cara mengucapkan Salam dan berjabat tangan  pada  orang yang tidak dikenal. Benarlah dan terbukti pesan Nabi.

 

Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak (kenal).” (HR Bukhary)

 

Salam Menimbulkan Cinta, Iman dan Surga

Berkat Salam, maka akan timbul “cinta” pada orang yang (tadinya) tidak saling kenal, ternyata juga membuka pintu “Surga Dunia” yang saya cari-cari sendiri selama ini (Quran Mobile), dengan Salam mengantar Surga, menyempurnakan Iman, dan membuat saling cinta sebagai saudara sesama Muslim.

Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa). (HR Muslim)

 

Jodoh Langka? Korban Kategori dan Menunda (2)

 

“Dulu ada banyak yang serius melamarmu,

ente tolak melulu,

pacaran demi kuliah dan karir dulu,

 ……nah sekarang.. elu yang ditolak melulu?”

 

Akhii wa ukhtii cybermq yang Allah sayangi

 

Tulisan ini akan mengandung Doa Agar Tidak Sendiri..

Tapi…Sebelumnya penyebab sendiri perlu kita selidiki

 

Sulit Jodoh tak jarang Karena kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memiliki kecantikan, uang dan Jabatan sehingga hampir bisa membeli apa saja. Kecuali bimbingan dan kasih-sayang suami.

 

Kesempatan mendapat jodoh sudang sering terjadi. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mau serius melamarnya, tetapi demi karir dan kuliah, ia menolak semua ajakan serius. Perempuan itu berfikir cukup pacaran saja dulu sampai ia tiba-tiba tersadar bahwa usianya sudah tidak muda lagi sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami.

 

sementara para lelaki yang dulu bermaksud serius menikahinya, kini sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesadaran itu ada, mencari orang yang mau serius dengannya sangat sulit. Sesulit para lelaki yang melamar/merayunya ketika ia tolak dulu.

 

Banyak cerita seperti di atas Mereka menunda pernikahan di saat Allah memberi kemudahan. Mereka menundanya karena alasan belum bisa
menyelenggarakan walimah yang meriah di gedung mewah. Mereka menundanya karena sibuk mengumpulkan biaya atau mementingkan karier/jabatan.

 

Kuliah dijadikan Dalih

 

Akhii wa ukhtii cybermq yang Allah sayangi

 

Seorang akhwat menunda nikah walaupun ada yang mengkhitbah karena ingin meraih kesempatan kuliah S-2 atau S-3 dengan dalih “kapan lagi ada kesempatan beasiswa “ Ia mendahului Taqdir dengan berkata bahwa “kesempatan kuliah S-2 S-3 tak akan datang dua kali”,

 

Siapa bilang menikah bisa menghilangkan kesempatan Kuliah? Ada banyak contoh Ibu yang bisa kuliah walaupun sudah menikah

 

Dengan menolak taqdir kesempatan dari Allah maka dia membuat kecewa para lelaki shalih/baik yang melamarnya, dan tanpa sadar si perempuan dan calon mertua sudah melanggar sabda Nabi:


"Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk
meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan
akhlaknya, maka nikahkanlah dia
. Bila tidak engkau
lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan
akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi
."
(HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

 

Siapa yang melanggar hadits di atas biasanya akan sering mengalami

  • kesulitan jodoh,
  • guncangan jiwa,
  • fitnah (gosip tetangga),
  • fitnah mudah sakit fisik,
  • sakit psikosomatis dan lain lain.
  •  

Coba perhatikan lagi ujung hadits di atas tsb

 

….Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan
akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi
."
(HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).

 

Pada Laki-Laki

 

Akhii wa ukhtii cybermq yang Allah sayangi

 

Di sisi lain, ternyata para lelaki yang terlalu pemalu dan suka menunda kesempatan menikah, maka Ketika usianya 40-an dan masing bujang, Jika sebelumnya, terlalu banyak kriteria yang dia dipasang, pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat membahagiakan istri dengan baik secara seksual dan finasial.

 

Bahkan ketika usia sudah mendekati 50 tahun, ada ketakutan lain yaitu “casing sudah bisa dibilang hampir kakek kakek, tapi punya anak baru satu masih balita, apa masih sanggup mencari nafkah? Atau kalaupun lelaki itu sudah kaya raya jangan-jangan ia keburu wafat ketika anak-anak masih perlu bimbingan figur bapak.

 

Bila tak ada/kurang iman, maka ketakutan itu bisa menjadi potensi keputus-asaan yang dibisikkan para syaitan.

Banyak Kesulitan yang dibuat oleh diri sendiri akibat kurangnya ilmu dan amal Islami.


Maka, kalau kesulitan itu kita sendiri penyebabnya, hanya satu jalan yaitu kita beristighfar.

 

Penyebab

Sikap mempersulit dan menunda menikah, ada banyak sebabnya  bisa jadi

  • Karena terpana oleh Dunia, sementara agama ia tak mengerti.
  • karena yang melamarnya beda Jamaah/kelompok/ormas, meskipun baik agama dan akhlaknya.
  • ada di antara kita yang belum bisa meresapi keutamaan menyegerakan nikah, sehingga ketika ada kesempatan ia menunda melakukannya.
  • ia paham pentingnya bersegera menikah, sudah siap jiwa maupun ilmu, ada kesempatan dari Allah, tetapi... sukunya berbeda, atau sebab-sebab lain yang sepele menurut agama.

 

Kadang kala juga diakibatkan saat kita terlalu yakin jodoh (mendahului taqdir) pada orang yang dicinta, sehingga menolak peluang orang lain yang lebih baik,

Akhii wa ukhtii cybermq yang Allah sayangi, mari mencari solusi

Hanya Allah yang Maha Memberi Solusi

 

Solusi Doa Jangan Biarkan Aku Sendiri

 

Rabbi, laa tadzarni fardan wa Anta khairul waritsin.

 Tuhanku,jangan biarkan aku sendirian. Dan Engkau adalah sebaik-baik Warits. (QS. Al-Abiya: 89).

Sesungguhnya doa Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya untuk memohon keturunan kepada Allah Taala. Ia memohon kepada Allah untuk menghapus kesendiriannya karena tak mempunyai anak.

 

Bisa digunakan untuk doa mendapatkan Jodoh, karena bila ingin punya anak kandung, maka harus punya dulu pasangan/jodoh.

 

Posted in Menikah. 0 Comment »

Jodoh Langka? Korban Kategori dan Menunda (1)

“Hidup Sepi tanpa Istri, Usia Sudah Tak Muda Lagi, Kenapa Dulu Kutolak Ajakan Si Ani, Hanya Karena di Senyumnya ada Potongan Cabe Merah di Gigi”

 

“Dulu aku belum mau menikah karena belum punya Rumah”

 

Menurut metode Data Base, bila mencari seseorang dengan banyak kriteria dan persyaratan sepele, maka Hasil pencarian akan makin sedikit dan Sulit.

 

Bayangkan Betapa sulitnya mencari seseorang dengan syarat

Cantik, Rambut Panjang, Langsing, Gigi Rapi, Putih

Kaya, Punya Rumah Sendiri, Punya usaha sendiri

Shalihah, hapal AlQuran Ber Juz-Juz,

Keturunan, Anak Pak Ustad, Sultan, raja atau Bangsawan

 

Bila komputer mencari maka Hasilnya “Not found”

  

Manusia Sering lupa bahwa kebahagiaan itu ada pada jiwa yang lapang dada, hati yang ikhlash, niat yang bersih, dan juga lupa bahwa jika ingin mendapatkan istri yang shalihah dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata
hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat. Bila engkau ingin mendapatkan suami yang bisa menjaga pandangan, tak bisa engkau meraihnya dengan, �Hai, Ikhwan…Kamu Ganteng deh

Belum Nikah Rajin, Sudah Nikah Malas?

"Dulu waktu guwe belum nikah rajin ibadah Tahajjud dan Puasa Senin Kamis, Sekarang sudah jarang" seseorang dengan polosnya berkata sambil menyengir kuda

"Dulu elu lagi nyari Jodoh sih..., sekarang sudah dapat Jodoh, ibadahnya Malah Mulai Payah, bisa bisa Nikahnya kurang berkah" kata Temannya

 

 

Pekerjaan atau ibadah yang sedikit asal dikerjakan secara kontinyu terus-menerus lebih disukai Allah daripada perbuatan yang banyak/besar namun dikerjakan seseorang secara musiman saja.  Seperti pada bulan ramadhan orang berbondong mengerjakan segala macam Ibadah sampai banyak sekali setelah selesai ramadhan maka Ibadah tambahan tersebut total dilupakan di bulan berikutnya. Padahal Nabi Bersabda:

 

اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى

 تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

 

“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.” (HR Abu Dawud )

 

Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash pernah ditegur Nabi shollallahu ’alaih wa sallam karena ia ketahuan pernah sholat malam namun kemudian semangatnya sempat memudar. Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam langsung bersabda kepadanya:

 

يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan. Dulu ia (rajin) sholat malam, kemudian ia tinggalkan sholat malam.” (HR Bukhary )

 Sahabat CyberMQ

Yuk. kita menjadi seperti para pendahulu kita. Bila sudah memilih suatu Pekerjaan Baik dan Benat atau ’amal ibadah sunnah untuk dikerjakan, mereka bertekad untuk mengerjakannya secara terus menerus, tidak angin-anginan. walaupun sedikit,

 

Oleh sebab itu,

  • janganlah kita Terlalu Berlebihan dalam Ibadah.
  • Mulailah dari yang Gampang dan sanggup kita kerjakan.
  • Lalu yakinkan bahwa setiap hari kita kerjakan.
  • Jangan lupa Doa/minta kepada Allah agar hati kita mantap dalam melaksanakannya.

 Doanya

 

Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku dalam agamaMu.” (HR Tirmidzi )

 

Contoh Pilihan amal ibadah ringan:

Jika kita pilih Beberapa atau Pilih salah satu

  • Setiap pagi mengeluarkan infaq rutin walau ”hanya” Sekian rupiah, maka kerjakanlah.  
  • Setiap pagi mengerjakan sholat dhuha Dua Rakaat, maka biasakanlah
  • Setiap pagi membaca Al-Qur’an setiap hari satu Halaman, maka kerjakanlah 
  • dan lain sebagainya seperti Tahajjud Shaum, Senin Kamis

 

Bonus Menarik Bagi Orang Rajin

Ada kalanya kerajinan bisa terhambat oleh  sakit atau sedang dalam perjalanan  maka segenap kebiasaan/Kerajinannya akan tetap dicatat sebagai ganjaran/pahala di sisi Alah walaupun ia sebenarnya tidak mengerjakannya.

 

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau sedang safar (bepergian), maka dicatat untuknya ‘amal perbuatan yang biasa ia kerjakan seperti di waktu ia sehat dan tidak sedang bepergian.” (HR Bukhary )

 

Bonus Menarik dan istimewa ini hanya berlaku bagi mereka yang memang sudah memiliki kebiasaan berbuat baik atau ‘amal ibadah sunnah yang sudah kontinyu dikerjakan. Oleh karenanya, saudaraku, mumpung umur masih ada, Masih Muda marilah kita mulai membiasakan amal yang baik secara sering, walaupun kecil.

Sedikit tetapi sering Lebih Baik

Jangan Jadi Raja dan Ratu Sehari

 oleh Anas Bin Abdul Mulk

Ada yang bilang: aku punya  impian dari kecil ingin menikah pakai baju pengantin yang indah bak menjadi seorang permaisuri atau ratu sehari. Sang Pria bagaikan menjadi Raja,

Saya memang sering melihat pasangan yang mengadakan pesta pernikahan sebagai seorang Raja dan Permaisuri Sehari, sepertinya nya begitu romantis, dan bahagia. Seakan-akan kita melihat itulah akhir dari film/cerita kehidupannya yang berakhir dengan pernikahan dan bahagia selamanya seperti dalam dongeng yang sering diceritakan pada di film atau buku cerita.

Sesungguhnya Setelah mengalami dan mengamati, pernikahan bukan dilihat dari indahnya pesta, bukan dilihat dari betapa romantisnya, mewah gedungnya, hebatnya tari-tarian yang digelar, bukan hanya kesenangan yang terpamerkan pada hari itu saja.

Pernikahan Bagaikan Perusahaan

Bila kita akan mendirikan perusahaan, biasanya kita menentukan apa tujuan (visi misi) yang harus dijalani untuk kemajuan perusahaan tersebut dan memperkecil resiko hancur/bangkrut.

Saya rasa ini mirip dengan pernikahan, dalam pernikahan ada dua pihak yang bekerja sama (suami dan Istri) harus mengerti mengapa menikah?, apa tujuan pernikahan?. Apa yang harus kita lakukan bersama agar pernikahan tersebut bisa memperkecil resiko “bangkrut/hancur” dengan kata lain cerai.

Tujuan Penikahan

Ialah agar mendapat pasangan yang saling bisa memberikan rasa tenang/tentram (sakinah) dalam menjalani kehidupan dunia dan berumah tangga

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (Ar-Ruum 21)

Akan Menemui Cobaan dan Pertolongan

Pernikahan bukanlah akhir dari cerita dongeng, pasangan suami istri akan menemui banyak cobaan dalam rumah tangga karena terus berproses menuju kesamaan tujuan pernikahan yaitu ketenangan(sakinah). Maka dari itu kita harus terus meminta pertolongan Allah dan jangan berhenti berdoa pada Allah, bersabar, meyakini dan terus berharap akan datangnya pertolongan.

"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram" (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

Mau Jadi Raja Ratu Sehari dengan Mewah?

Silakan saja kalau memang ada biaya, dan harus menjaga hati orang yang nggak punya. Agar menjauhi cara-cara berlebihan dalam berpesta. Karena menjadi Raja dan Ratu sehari juga bisa dengan cara anggun dan sederhana.

Yang penting ialah dengan menikah, maka para pemudi dan pemuda yang menikah menjadi terhindar dari Zina

"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk" (Al-Isra 32)

Bila ada seorang pemuda/i yang dianggap “miskin” menikah dengan cara pesta sederhana, maka yakinlah Allah yang akan membuat mereka KAYA.

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32)

Pernikahan bahagia bukanlah diukur dari mewahnya pesta. Menikah bukan akhir dari cerita. Tujuan Menikah ialah hidup yang tenang dan sakinah. Menikah ialah awal dari proses perjuangan kesabaran dalam menjalaninya. Di dalam proses itu bisa dijalani dengan bahagia hanya dengan pertolongan Allah Subhanallahu wa ta’ala.

 

Sehingga Bisa Menjadi "Raja dan Ratu" untuk Selamanya

Posted in Menikah. 0 Comment »

7 Cara Cantik Mengajak Berbuat Baik

Ada yang merazia orang pacaran dengan niat memeras. Ada yang merazia Pelacur dengan niat mendapatkan Uang.

 

Mengajak kebaikan relatif mudah, tetapi mencegah keburukan itu relatif lebih sulit. Namun demmikan harus ada sebagian orang-orang yang berbuat untuk mencegah keburukan/kemungkaran. Bila ada orang yang berbuat itu maka mereka akan mendapat kemenangan

 

 ”Dan hendaklah sebagian dari kalian ada umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada hal yang ma`ruf dan melarang kepada hal yang munkar, dan merekalah orang-orang yang meraih kemenangan.” (Ali Imran [3]: 104)

 

Maka dari itu dalam mencegah kemungkaran diperlukan cara-cara yang cantik dan baik, dengan memperhatikan langkah-langkah berikut

 

  1.  

  1. Meluruskan Niat

 

Ada kasus penegak hukum yang merazia/mencegah orang pacaran di tempat wisata. Ada Kasus petugas yang merazia Pelacur (PSK/WTS). Namun menimbulkan kekacauan karena niatnya juga tidak lurus, Ada yang merazia orang pacaran dengan niat memeras. Ada yang merazia Pelacur dengan niat mendapatkan Uang atau kenikmatan lainnya. Maka hasilnya ialah menambah masalah baru menjadi bertumpuk-tumpuk

 

Ini sejalan dengan sabda Rasulullah (SAW), beliau telah menyatakan,”Sesungguhnya sesuatu tergantung kepada niatnya.” (Riwayat Bukhari).

 

  1.  

  1. Mulai dari Diri Sendiri

 

Dalam mengajak kebaikan harus dimulai dari orang yang mengajak. Ancaman berat dari Allah kepada mereka yang menyuruh kebaikan kepada orang lain, akan tetapi dirinya malah gemar melakukan perbuatan maksiat.

 

”Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian melakukan. Sungguh besar kemarahan Allah, ketika kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” (As Shaf [61]: 2,3)

 

  1.  

  1. Menilai Diri sendiri

 

Mengajak kebaikan adalah sebuah kewajiban, akan tetapi pelaksanaannya harus mempertimbangkan kemampuan diri. Allah Ta’ala berfirman, ”Allah tidak membebani sesorang kecuali sesuai dengan kemampuannya”. (Al Baqarah: 286).

 

 

  1.  

  1. Gunakan Cara yang Paling Halus Terlebih dahulu

 

Ketika kita melihat kemunkaran, maka untuk merubahnya, hendaknya menggunakan cara yang paling halus terlebih dahulu, yakni dengan nasehat yang sopan. Baru, ketika nasihat tidak berguna, maka kita memerlukan penggunaan nasehat yang lebih tegas. Namun, ketika teguran keras tidak berfungsi, boleh pelaku amar ma’ruf menggunakan kekuasaan (melapor pada petugas yang berwenang) .

 

  1.  

  1. Jangan Main Hakim Sendiri

 

”Barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran, maka hendaknya ia rubah dengan tangannya...” (HR Muslim).

 

Tangan dimaksudkan ialah kekuasaan (petugas hukum), sebagai rakyat biasa Cuma berusaha mencegah, bukan menghukum, karena yang berhak menghukum ialah penegak Hukum (Hakim/Pengadilan)

 

  1.  

  1. Memikirkan Dampak atau Akibat

 

Misalkan, bila kita mengajak kebaikan berpotensi timbul pertengkaran bersenjata, maka harus dihentikan, karena pertumpahan darah adalah dampak buruk yang lebih besar.

 

  1.  

  1. Menghindari Masalah Yang Menimbulkan Debat Kusir

 

Jangan sampai niat baik mengajak kebaikan menjadi Debat Kusir hanya karena masalah khilafiyah sehingga menjadi timbul perasaan Benci dengan sesama Muslim.

 

Kesimpulan

 

Mengajak Kebaikan dan mencegah keburukan dengan cara-cara cantik seperti di atas, merupakan pekerjaan yang menguntungkan (kemenangan) karena membuat pelakunya akan berusaha mengamalkan terlebih dahulu pada apa yang mereka anjurkan dan ajarkan kepada orang lain.

 

Dan hendaklah sebagian dari kalian ada umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada hal yang ma`ruf dan melarang kepada hal yang munkar, dan merekalah orang-orang yang meraih kemenangan.” (Ali Imran [3]: 104)

 

Salaman Kok Pilih-Pilih Yang Kenal Saja?

Yang lain disalamin, Kok gue nggak disalamin?” Kata Pemuda yang berpakaian biasa saja di sebuah Masjid.

ketika itu datang lelaki berbaju Muslim, berjenggot yang Berjabat tangan dan mengucapkan salam pada Muslim lainnya berbaju Koko juga gamis, berjenggot juga dan dia kenal saja.

Tindakan Pilih-pilih salaman pada orang yang kenal dan kelompoknya saja merupakan tindakan yang bertentangan dengan yang dicontohkan Nabi

Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)

Bila seorang Muslim berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya keselamatan untukmu dan Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah...! Begitu indahnya bertegur-sapa yang diajarkan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman.  

Bahkan mengucapkan salam sebagai bentuk ajaran Islam yang lebih baik. Menebar salam disamakan dengan memberi makanan kepada orang yang dalam kesusahan.

 أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ

 تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)

 

Orang yang saling mencinta akan saling memberi salam, cintailah sesama muslim dengan salam:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا

 أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

 

Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)

 

Berarti, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam maka tidak akan saling mencinta. Bila suasana saling mencinta tidak ada, maka keimanannya diragukan kesempurnaan-nya. maka kemungkinan masuk surga-pun menjadi kecil.  

 

Salam, tindakan sederhana yang ber-akibat yang timbulnya idaman setiap Muslim: Masuk surga. Mari berlomba bersegera mencari ampunan dan merai surga

 

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا

 السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali Imran ayat 133)

Maka dari itu

….”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)

 

Mari ucapkan Salam pada Muslim yang anda kenal dan yang tidak kenal. Tanpa memandang pakaian dan kelompok saja.

Senang Susah? Ya.. Sedekah…

Bila saat ini kita sedang mengalami kesusahan, belum mendapat pekerjaan tetap, belum mendapat jodoh dan lain lain, bahkan di suatu tempat ada Rumah yang tidak berkah, sehingga penghuninya tidak betah.Mobil sering bikin susah walaupun mobil mewah Dsb

Walaupun begitu, Manusia tetap dianjurkan bersedekah sebagai wujud rasa syukur/terima kasih pada Allah yang tetap memberi nikmat-nikmat lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Seperti nikmat kesehatan, nikmat memiliki tulang yang sehat sebanyak 360 ruas tulang.

Akhi Wa Ukhti Cybermq yang Allah Sayangi,

Yuk… kita ungkapkan tanda rasa syukur kepada Allah atas pemberianNya berupa 360 ruas tulang badan yang kita miliki. Marilah kita berlomba menjadi hamba-hamba Allah yang rajin bersyukur.

 فِي الْإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلَاثُ مِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً قَالُوا فَمَنْ الَّذِي يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوْ الشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

“Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk setiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya: ”Siapalah yang mampu melaksanakan seperti itu, ya Rasulullah?” Beliau bersabda: ”Dahak yang ada di masjid lalu dipendam ke tanah, dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Ahmad )

Sabda Nabi: perbuatan bersedekah untuk setiap ruas tulang badan manusia sebagai setara dengan

·        membaca tasbih (ucapan Subhanallah),

·        tahmid (ucapan Alhamdulillah),

·        tahlil (ucapan Laa ilaha illa Allah),

·        takbir (ucapan Allah Akbar),

·        memerintahkan yang ma’ruf dan

·        mencegah yang mungkar.

Maka untuk bersedekah bagi setiap ruas tulang badan setiap pagi adalah cukup dengan menegakkan sholat sebanyak dua rakaat yang dikenal dengan nama Sholat Dhuha.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat dhuha.” (HR Muslim)

sedekah untuk setiap ruas tulang badan merupakan tanda rasa syukur atau terimakasih kita kepada Allah atas tulang-tulang atau tubuh yang manusia miliki. Alangkah tidak berterimakasihnya seorang Muslim yang selama ini telah memanfaatkan tubuhnya untuk melakukan aneka kegiatan yang melelahkan namun tidak pernah seharipun menegakkan Sholat Dhuha.

Wahai Akhi Wa Ukhti Cybermq yang Allah Sayangi,

Mari kita Sholat Dhuha. Tunjukkanlah rasa syukur kepada Allah atas seluruh ruas tulang tubuh yang selama ini telah kita gunakan, kadang sampai menjadi sakit dan rusak karena capek bekerja...

semakin sering kita bersyukur kepada Allah ta’aala, maka semakin banyak kenikmatan yang Allah ta’aala janjikan akan kita terima.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim ayat 7)

Dan sebaliknya, semakin jarang kita bersyukur, apalagi jika malah bersikap kufur maka Allah ta’aala mengancam dengan azabNya yang pedih. Pengertian azab tidak perlu ditunggu di alam kubur atau di akhirat saja. Artinya, orang yang kufur ni’mat akan mendapati sesuatu yang asalnya merupakan ni’mat malah berubah menjadi kesulitan  dalam hidupnya. cepat atau lambat Contohnya sangat banyak seperti

·        Rumah yang tidak berkah, sehingga penghuninya tidak betah.

·        Mobil sering bikin susah walaupun mobil mewah

·        Dan lain lain

Akhi Wa Ukhti Cybermq yang Allah Sayangi,

Mari Kita bertekad: mengerjakan menegakkannya dua rakaat pada waktu dhuha bukanlah suatu perkara yang berat dan sulit, bila kita serius berniat menegakkannya sebagai tanda rasa syukur/terima kasih pada Allah.

Wanita Berbaju Sexy=Kurang Cerdas

 “Boss Gue Perempuan, Sexy, Bajunya Ketaatt banget, perusahaan jadi gak ada kemajuan, ntar gue .... ”

Kata Benak dan Hati Seorang Pegawai Pria
 
Menurut kajian ilmiah di Amerika. Direktur perempuan yang berbusana sexy merangsang dinilai kurang cerdas dan kurang cakap
Para ilmuwan Amerika Serikat meneliti perilaku orang yang melihat pakaian kaum wanita. bahwa, wanita berbikini dikenali oleh otak pria yang memandangnya sebagaimana benda atau barang yang siap digunakan, dan bukan sepenuhnya manusia yang berkehendak. Selain itu, para peneliti juga menemukan, wanita yang memiliki jabatan tinggi tapi berpakaian sexy merangsang di tempat kerjanya dinilai kurang cakap dan kurang cerdas.
Hasil temuan itu dipaparkan Melissa L. Wookey dan rekan-rekannya dari Southwest Minnesota State University, Amerika Serikat di Journal of Social Psychology tahun 2009 ini. Karya ilmiah ini mengulang sekaligus mendukung kebenaran hasil penelitian ilmiah sebelumnya di tahun 2005 oleh Peter Glick dkk. dari Departemen Psikologi, Lawrence University, USA.
Di awal penelitian, para ilmuwan asal Lawrence University tersebut mengemukakan sejumlah hipotesa, yakni dugaan yang kemudian diuji melalui penelitian ilmiah. Hipotesa mereka adalah bahwa seorang manajer yang memamerkan aurat (sexy merangsang) akan dipandang
  • (1). sangat tidak layak menduduki jabatan kerjanya,
  • (2). memunculkan tanggapan berupa perasaan buruk (reaksi emosi negatif),  dan
  • (3). anggapan bahwa ia tidak memiliki kecakapan.
Para peneliti itu juga berhipotesa sebaliknya: perempuan yang tidak memamerkan auratnya tidak akan memicu emosi negatif atau buruk sangka dari orang lain ketika perempuan itu bekerja di lapangan pekerjaan berstatus rendah, dan yang umumnya memang diperuntukkan bagi wanita. Contohnya dalam hal ini adalah resepsionis atau penerima tamu.
Penelitian pun dilakukan untuk menguji benar tidaknya dugaan di atas. Mahasiswa dan mahasiswi S1 sebanyak 66 orang dilibatkan sebagai sasaran kajian tersebut. Mereka diminta menilai wanita dalam tayangan video. Dalam video itu, penampilan raga sang wanita dibiarkan tetap tidak berubah, namun cara berbusananya diperlihatkan berbeda: berkemeja rapi atau berpakaian tidak penuh alias merangsang; dan dikatakan bahwa wanita itu bekerja sebagai seorang manajer atau penerima tamu.
Hasil kajian itu menunjukkan, mereka memperlihatkan tanggapan buruk terhadap manajer wanita berbusana menggairahkan, dan menilainya kurang cakap dibandingkan manajer wanita berpakaian netral (wajar). Sebaliknya, ketika wanita itu bekerja pada tingkat rendahan, dalam hal ini sebagai penerima tamu, cara berpakaiannya tidak mempengaruhi emosi orang maupun penilaian orang mengenai kecakapan sang wanita itu.
Glick dkk. menerbitkan karyanya di jurnal ilmiah Psychology of Women Quarterly (2005). Mereka menyimpulkan: penampilan diri yang mengundang birahi merugikan perempuan yang bekerja di jabatan tinggi, tapi tidak pada kaum hawa yang bekerja di jenis pekerjaan rendahan.
Beberapa lama kemudian peneliti lain mengulang penelitian Glick dkk. di atas. Melissa L Wookey dan rekan-rekannya dari Departemen Ilmu Sosial, Southwest Minnesota State University, AMERIKA SERIKAT, melakukan penelitian serupa namun dengan melibatkan lebih banyak orang (102) dan menggunakan metoda yang tidak sama. Mereka menggunakan jenis pekerjaan yang berbeda dan foto, untuk menggantikan tayangan video.
 
Mereka yang dilibatkan diminta untuk memberi nilai angka terhadap perempuan di foto tersebut. Penilaian ini meliputi kemungkinan nilai rata-rata kuliahnya, kemampuan menjadi teladan, kecakapan berinteraksi dengan sesama, kecerdasan, kepemimpinan, berkomunikasi, pengetahuan mengenai pekerjaan, organisasi dan keterampilan mengawasi (supervisi), kepeloporan, keandalan, dan sikap profesional.
 
Kesimpulan penelitian Wookey dkk. secara keseluruhan memiliki pola yang sama dengan penelitian sebelumnya. Seorang CEO (direktur utama) dengan pakaian yang mengundang syahwat mendapatkan penilaian terendah.
 
 
Referensi:
 
 
. ML Wookey et al (2009). “Effects of a Sexy Appearance on Perceived Competence of Women”.  The Journal of Social Psychology, Vol 149 (1) February 2009: 116-118.
 
 

P Glick et al (2005). “Evaluations of Sexy Women in Low-And High-Status Jobs”. Psychology of Women Quarterly, Vol 29 (4) December 2005: 389-395.

 

Cara Mengubah Taqdir

“Aduuhh.. kok belum ada yang melamarku?,

umurku sudah 27 (dua puluh tuju)” Rintihan Gadis

 

“Wah… kok susah banget mendapat kerja?

“Aduuh. Melamar gadis jadi ditolak melulu”….Keluh Kesah Pemuda

 

“Waduuw…Wiraswasta Rugi Melulu,. Bagaimana aku bisa melamar si Ayu?” Kata Pengusaha Muda

 

Kalau taqdir terus begini.. apa harus bunuh diri?” Kata Bisikan Setan

 

Naudzubillah, jangan sampai putus asa, karena ancamannya Cuma satu yaitu Neraka, bagi manusia yang bunuh diri/putus asa

 

Akhii wa Ukhtii Cybermq, yang saya hormati..

 

Begitulah kira-kira keluh kesah yang banyak terjadi pada manusia, seolah-olah taqdir tidak bisa berubah. Seolah kegagalan sekarang ini, adalah kegagalan untuk selamanya.

 

Padahal, Allah sudah memberi cara-cara menjalani kesusahan melalui pesan-pesan Nabi

shollallahu ’alaih wa sallam yang menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dengan doa:

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

 

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi)

 

Seseorang bisa berdoa berharap agar taqdir yang Allah tentukan atas dirinya bisa berubah. Jadi Bergembiralah, Hapuslah Airmata bila selama ini mendapat derita yang tak terkira, akan berubah menjadi Bahagia Dengan Doa yang bersungguh-sungguh, Syaratnya:

·        Jangan Berputus asa dari Kasih Sayang Allah

·        Menjauhi Maksiat (Tobat) Agar Mendapat AmpunanNYA

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

 

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

(QS Az-Zumar 53-54)

 

Akhii wa Ukhtii Cybermq, yang saya sayangi

 

Mari kita Mendekat pada Allah sebagai jalan agar terqabulnya doa, karena Allah akan mengabulkan doa kita.

 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Mu’min 60)

 

Maka dari itu, Jangan berhenti berdoa, karena Allah marah/murka pada manusia yang tidak mau meminta padaNYA.

 

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ

Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad)

 

Akhii wa Ukhtii Cybermq, yang saya sayangi

 

Bila saat ini merasa menderita, susah dapat kerja, susah dapat jodoh, susah wirauasaha, atau kesusahan dan derita lainnya.

·        Berwudhulah,

·        Shalat Sunnahlah,

·        Mohon Ampunlah,

·        Mintalah pada Allah yang Maha Kaya,

·        Mintalah, Mintalah, Tengadahkan dua tangan kita,

·        Menangislah semampunya bila kita terasa sulit meneteskan air mata,

·        kita boleh meminta dengan bahasa Indonesia,

·        atau bahasa yang kita bisa.

 

Karena Allah yang menciptakan semua bahasa, Bumi, Langit dan seisinya…

 

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

 

Ya Allah, …

·        perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku.

·        Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku.

·        Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku.

·        Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta

·        jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.”

 (HR Muslim)

 

Hati Tenang di Kelilingi Malaikat

Oleh Anas bin Abdul Mulk

Sehabis mendengar ceramah:  “iman itu bertambah/yazid dan berkurang (yankus). maka setiap orang beriman wajib menambah imannya, agar ketika iman itu berada di posisi berkurang, maka ia tidak sampai melorot berkurang, sehingga perlu penambahan yang lebih banyak. Bila tidak, Iman bisa makin berkurang dan bahkan mudah menjadi kafir/”cover”tertutup/hilang

Ada dua Menambah Iman: 1. Menambah Ilmu,  2. Memperbanyak ibadah. Cara paling utama dalam menambah iman adalah dengan menambah ilmu terlebih dahulu. Karena, agar kita bisa beribadah dengan cara yang benar, ialah dengan cara mempelajari ilmunya. Dengan mencari ilmu, keimanan bisa terus bertambah, ilmu apa pun itu. Karena Islam tidak mengenal pemisahan ilmu (ilmu agama Islam dan ilmu umum). Itulah sebabnya, mengapa mencari ilmu diwajibkan oleh Allah SWT, karena dengan menambah ilmu dengan Ikhlas (dengan membaca Bismillah), maka iman seseorang bisa bertambah.

ilmu yang bermanfaat apapun pada akhirnya akan mengarah pada Allah SWT, sebagai pencipta Bumi Langit dan segala apa yang ada di dalamnya. Semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, semakin besar pula rasa takjub dan takut kepada Allah SWT. Seperti yang terjadi pada para Ilmuwan besar yang juga para Ulama seperti Al Kharizmi (Penemu Logaritma/Matematika), Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina (Avicenna [981-1037 M]) dikenal dengan nama Ibnu Sina (Kedokteran) bidang kedokteran lainnya ada Abu Bakr Muhammad bin Zakariya ar-Razi (Razes [864-930 M]) yang dikenal sebagai ��dokter Muslim terbesar��.

Ilmu kimia lahir dan dibesarkan di dunia Islam. Siapa tidak kenal Jabir Ibnu Hayyan yang meninggal tahun 803 M. Oleh ilmuwan barat modern yang jujur, sosok beliau disebut sebagai Bapak Kimia.

Dunia modern sekarang ini tidak pernah mengenal hitungan matematika atau Algoritma, kalau tidak ada ahli matematika Muslim bernama Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi (770-840 M).

Bahkan dunia tidak pernah mengenal pengkodean digital yang terdiri dari angka nol (0) dan satu (1), kalau bukan karena jasa peradaban Islam. Karena umat Islam adalah penemu angka nol, setelah sebelumnya bangsa Romawi menuliskan angka dengan balok-balok yang sangat tidak praktis. dan bahkan Ilmuwan Non Muslim pun takjub dengan kebesaran Allah dan bahkan  Masuk Islam

Namun, dari sekian banyaknya ilmu, ada ilmu yang paling utama di sisi Allah SWT, yaitu mempelajari Ilmu yang ada Dalam AlQuran yang di dalamnya terdapat Ilmu Mengenal Allah, Nabi dan Rasul, bahkan Ilmu untuk kepentingan bisnispun ada petunjuknya dalam AlQuran. Ilmu yang utama berikutnya Ialah Ilmu Hadits yang mempelajari Sunnah nabi.  Karena menurut Hadits pula kita tahu keutamaan belajar AlQuran, Rasulullah SAW bersabda, ��Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.�� (HR Al-Bukhari).

Banyak cara untuk membedah ilmu Alquran, apalagi di zaman modern ini teknologi komunikasi sudah semakin canggih. Bisa dengan cara Iqro, DVD, VCD,  internet, mendengarkan radio, menonton televisi, dan lain lain.

Akan tetapi, di antara cara-cara itu, ada satu yang terbaik ialah bertemu langsung, seperti sabda Nabi Rasulullah SAW. ��Setiap kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) membaca kitab Allah (Alquran) dan mempelajarinya, pasti akan turun kepada mereka ketenangan, dan dikelilingi oleh para malaikat yang menyebut-nyebut mereka di sisi Allah.�� (HR Muslim).

Dengan demikian, cara mencari ilmu Alquran yang baik adalah dengan bersama-sama di dalam masjid melalui pengajian. Karenanya, menghadiri pengajian di masjid lebih utama, karena kita akan mendapat KETENANGAN dan Dikelilingi para Malaikat “pasti akan turun kepada mereka ketenangan, dan dikelilingi oleh para malaikat yang menyebut-nyebut mereka di sisi Allah.��