[Cerpen Kilat] Gak Gak Gak Suka!
25 Januari 2012Kevin melempar tas punggungnya ke atas kasur, segera memakai pakaian khusus di rumah, mengganti baju putih dan celana merahnya, semerah wajahnya yang kesal nilai ulangan hariannya jeblok.
"Mah!, ini ulangan bahasa inggrisku" Kevin menyodorkan kertas ulangan dengan coretan lingkaran merah berisi angka 3 (tiga)
“Tiga!, ya Ampun... Kev!, Kamu gimana sih nilaimu tambah jeblok, pasti kamu main PS melulu, trus sering main Game online di warnet sebelah.
Mamahnya Kevin geram, bola matanya hampir keluar memandang kertas ulangan yang agak lecek itu.
***tammat***
dari cerita pendek sekali di atas sebagai contoh untuk menjawab pertanyaan,
Apa Penyebab Anak Tidak Suka Belajar?
Orangtua sering lupa menyampaikan “tujuan utama” dari keinginannya, tapi lebih banyak melebar pada hal-hal yang sebenarnya di luar tujuan utamanya.
Contoh: Ada kasus di atas nilai ulangan harian anak menurun. Orang tua langsung memvonis tanpa sidang dengan berkata “Kamu gimana sih nilaimu tambah jeblok, pasti kamu main PS melulu, trus sering main Game online di warnet sebelah.
Tujuan utama orang tua adalah agar anak bisa mempertahankan prestasi dan mencari penyebab turunnya prestasi, malah melebar menyalahkan PS dan Game Online
Menurut ilmuwan kelas dunia, anak-anak yang tidak suka belajar itu karena beberapa masalah .
yaitu
- Masalah Orangtua Gagal Menyampaikan Maksud Orangtua ingin agar anaknya mau melakukan apa-apa yang dipikirkan orangtua, tetapi sering terjadi apa yang dipikirkan orangtua tidak sampai pada anak. Sudahkah anak-anak kita menerima pesan yang kita sampaikan sesuai dengan yang kita maksud?
Seperti pada kalimat pembukaan contoh kasus di atas, anak langsung dituduh divonis tanpa bukti dan saksi. Akhirnya anak menjadi terdakwa, dan anak akan berkesimpulan “Kalau nilaiku jelek lagi pasti dimarahin lagi, mendingan nggak usah kasih tahu kalau nilai ulanganku jelek, atau kabur aja main PS 3 jam sekalian kalau dimarahi.”
2. Pemaksaan
Orangtua sering memaksa, "kamu harus seperti Ayah atau Ibu, kamu harus juara satu di kelas, agar kalau kamu sudah besar, bisa masuk jurusan teknik arsitektur menjadi arsitek seperti Ayah."
Sang anak menjadi kesal apabila dipaksa juara satu di kelas. Padahal kemampuan dan kecendrungan anak berbeda-beda.
Pemaksaan membuat anak tidak suka belajar.
3. PERATURAN dan Ganjaran
Pada anak usia SD, orangtua harus sudah bisa membuat peraturan, dengan catatan, orang tua harus meminta pendapat anak tentang peraturan yang akan dilaksanakan.
Peraturan tersebut perlu diketik rapi, ditandatangani seperti MoU dan lalu dipajang di tempat yang mudah dibaca.
Contoh.
- Bangun sebelum subuh
- Shalat shubuh
- Mengerjakan PR
- dst.
setelah itu orang tua harus rajin mengingatkan bahwa ada peraturan yang sudah disepakati
“Ingat nak, jam segini saatnya Belajar mengerjakan PR, kalau tidak dilaksanakan maka ada ganjarannya, ganjarannya apa?”
Anak akan menjawab sendiri apa akibat melanggar peraturan yang sudah dia sepakati.
Dengan demikian anak tidak perlu diberi ganjaran hukuman, hukuman adalah jalan terakhir, dan tidak boleh dengan niat menyakiti.
4. Cita-Cita
anak akan mendapat masalah bila orangtuanya memasang cita-cita terlalu rendah atau terlalu tinggi, terlalu rendah, anak akan banyak waktu luang sia sia, terlalu tinggi anak mendapat paksaan mengikuti banyak kursus, les yang menyita banyak waktu dan tenaga, sehingga anak menjadi lelah lahir batin akhirnya.Gak Gak Gak SUka... belajar
-
- 5 shares
-
-
-
Arjani Wijie Sangat menginspirasi, sangat bermanfaat, pak Anas. Meski secara teori sudah hafal di dlm kepala, tetapi pd prakteknya tetap adaaaa saja faktor penyulitnya. Terima kasih telah diingatkan kembali langkah2nya :)Monday at 8:27am ·
-













kalo nilai aku jeblok pasti blgnya gini "mainan hp terus sih. sini hp-nya!"